Network protocol atau
communication protocol
adalah seperangkat aturan yang di tetapkan dan peraturan yang harus di
ikuti oleh kedua belah pihak (pengirim dan penerima) untuk komunikasi
yang efektif. Jaringan protokol seperti HTTP, FTP, TCP / IP, SMTP dan
banyak lagi berbagai macam protokol jaringan. Jadi protokol jaringan
sangat penting dan sekarang ini perihal
keamanan informasi
kita menjadi sangat penting. Kita bisa gunakan / pilih beberapa
protokol yang aman untuk membuat komunikasi data kita benar-benar aman.
Secure socket layer atau
SSL
menyediakan saluran yang aman antara server dan pengguna, menghubungkan
komputer di rumah kita atau di mana saja dengan komputer kerja kita atau
server di kantor dan men-transfer beberapa file penting sehingga SSL
tidak lagi memenuhi kebutuhan untuk situasi seperti ini, So… kita harus
memiliki sebuah protokol jaringan yang aman untuk menghubungkan komputer
kita ke perangkat remote / server di kantor tersebut.
Apa itu SSH Secure Shell?
Secure Shell atau
SSH adalah
“protokol
jaringan yang memungkinkan pengguna untuk membuka jendela akses pada
komputer lokal dan terhubung ke komputer remote / server, seolah-olah
kita duduk di depan mesin atau di depan server target”.
Dengan definisi ini, kita dapat memahami bahwa
SSH menyediakan saluran yang aman antara dua komputer untuk melindungi informasi penting dari berbagai serangan black hacking.
SSH biasanya digunakan untuk login ke mesin remote
dan meng-eksekusi perintah seperti kita jalankan langsung di mesin
tersebut, tetapi juga mendukung tunneling, forwarding port TCP dan
koneksi X11, transfer file dapat dilakukan dengan menggunakan SFTP atau
protokol SCP.
Sama seperti HTTP, FTP dan protokol lain SSH memiliki nomor port 22
(TCP). Kita juga dapat menggunakan Telnet (port 23) untuk menghubungkan
komputer remote tapi yang harus di ingat bahwa Telnet tidak menyediakan
semacam keamanan atau enkripsi yang Telnet telah digantikan oleh SSH. (
Tapi… kalau kita mau aman dengan Telnet, sebaiknya mengunakan Telnet di
mode VPN ).
Secure Shell dapat
digunakan pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, MAC, BSD
dan bahkan Anda dapat menggunakan protokol SSH di Iphone, BlackBerry,
Android, IPad, Tabs, dll. Otentikasi proses SSH sangat kuat seperti
penggunaan kriptografi publik key SSH untuk mengotentikasi komputer
remote dan sebaliknya.
SSH dapat digunakan untuk beberapa tujuan seperti Tunneling, port forwarding dan koneksi. Versi utama SSH adalah sebagai berikut:
SSH1 atau
SSH-1
SSH2 atau
SSH-2
Apa itu SSH Client?
SSH Client adalah
program /
perangkat lunak sederhana yang memungkinkan kita untuk menggunakan
protokol SSH untuk menghubungkan komputer remote dengan cara yang
efisien. SSH Client tersedia juga dengan tampilan grafis / GUI sehingga sangat mudah digunakan.
Berikut ini adalah
Step by Step Konfigurasi SSH Server / Remote Secure Shell
untuk melakukan Remote Access Linux yang merupakan lanjutan materi
Linux CentOS 6 Bagian 3. Sebelum melangkah ke ACTION konfigurasi Linux
CentOS kita, terlebih dahulu kita pahami SSH Server dan SSH Client agar
kita bisa mengunakan fitur ini dengan baik dan maksimal.
1. Lakukan Installasi paket yang dibutuhkan untuk SSH, bisa mengunakan YUM dengan perintah :
# yum -y install openssh-server openssh-clients
2. Selanjutnya kita perlu melakukan editing konfigurasi :
# nano /etc/ssh/sshd_config
atau :
# vi /etc/ssh/sshd_config
3. Untuk pengamanan, sebaiknya hindari akses
ROOT via SSH ini :
PermitRootLogin no
4. Hindari Login / akses SSH tanpa password :
PermitEmptyPasswords no
5. Lalukan restart SSHD :
# /etc/rc.d/init.d/sshd restart
atau :
# service sshd start
6. Cek IP Address CentOS SSH Server kita ini :
# ifconfig
Misalnya IP Address-nya adalah
# 192.168.222.204
7. Buka aplikasi PuTTY ( SSH Client ), lalu akses ke IP Address CentOS SSH Server kita :
# 192.168.222.204
Aplikasi PuTTY ini dapat kita download di :
# http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html
8. Saat pertama kali kita akses SSH via Putty akan muncul tampilan Security Alert seperti gambar di bawah ini. Kita klik
Yes.
9. Selanjutnya muncul
Login Access, masukkan
Username dan
Password dari User Account yang telah kita siapkan.
10. Tarrraaaa…. Selanjutnya kita bisa mengakses CentOS Server kita via
SSH Secure Shell. Untuk konfigurasi lebih lanjut, kita dapat gunakan
Account Super User
11. Untuk membatasi akses
SSH Server ini bagi user tertentu saja, maka kita edit file konfigurasi nya :
# nano /etc/ssh/sshd_config
Lalu edit / masukkan perintah di bawah ini :
AllowUsers nathan nanda
Selanjutnya
simpan file konfigurasi lalu lakukan
keluar dari teks editor kemudian
Restart service dengan perintah :
# service sshd restart
12.Untuk membuat
SSH Server ini services-nya otomatis Running saat
CentOS Server ini StartUp ( seperti
AUTOEXEC.BAT pada Windows ), maka berikan perintah :
# chkconfig sshd on
13. Selanjutnya saat
CentOS Server kita
Startup, perhatikan Service
SSHD sudah otomatis di jalan kan…
4. Untuk menganti PORT akses
SSH Server ini dari standart PORT 22 menjadi PORT yang kita inginkan, maka kita edit file konfigurasi nya :
# nano /etc/ssh/sshd_config
Lalu edit / masukkan perintah di bawah ini :
Port 1007
Selanjutnya
simpan file konfigurasi lalu lakukan
keluar dari teks editor kemudian
Restart service dengan perintah :
# service sshd restart
15. Selanjutnya kita coba akses
SSH Server via
PORT 22 sudah tidak bisa, lalu kita coba akses via
PORT 1007 :
16. Tarrraaaa… Sukses dech… selamat mencoba…
… Just pesan moral dan motivasi saja… “Jangan mencibir orang lain
sambil mengatakan orang lain bisa melakukan apa, tapi… bertanyalah pada
diri kita sendiri… APA YANG BISA DAN APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN BAGI
ORANG LAIN…”
… Semakin banyak kita tahu, maka kita akan sadar bahwa KITA BELUM
TAHU BANYAK… Karena sesungguhnya ilmu itu tiada batasnya untuk di
pelajari…